Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 26 Februari 2023 | 975 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
26 Februari 2023
975 Kali Dibaca
Berbagai upaya yang digiatkan pemerintah Kalurahan Kebonharjo bersama kader dalam penanganan dan pencegahan stunting berbuah manis, hal ini terlihat dari menurunnya angka stunting dari tahun ke tahun. Pada awal penanganan stunting tahun 2018 prevalensi stunting di Kebonharjo 33,3%. Dari 132 balita di Kalurahan Kebonharjo 44 diantaranya stunting, dan 22 dari 44 balita stunting tersebut berada pada kelompok usia 0-23 bulan. Jumlah tersebut menurun menjadi 30,3 % di tahun 2019, dan 23% di tahun 2020. Pandemi covid di tahun 2020 berdampak cukup signifikan dalam penanganan stunting sehingga angka stunting kembali naik menjadi 24%. Rendahnya frekuensi penanganan baik yang dilakukan pemerintah kalurahan maupun oleh posyandu ternyata sangat mempengaruhi pencapaian angka stunting.
Namun demikian di tahun berikutnya angka stunting di Kebonharjo kembali turun menjadi 19,7% di awal tahun 2022, dan kembali menurun menjadi 14,7 % pada Desember 2022.
Sedang pada baduta (anak kelompok usia 0-23 bulan) juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada awal penanganan stunting prevalensi stunting pada kelompok anak kurang dari 2 tahun 47,80% menunjukkan bahwa hampir separuh anak berusia kurang dari 2 tahun mengalami gagal tumbuh (stunting).
Namun jumlah tersebut terus menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2019 menjadi 30,37%, tahun 2020 menjadi 13,63%, tahun 2021 menjadi 7% dan menjadi 2,7% pada Desember 2022.
Menurunnya prevalensi stunting pada kelompok usia 0-23 bulan menumbuhkan optimisme dan harapan bahwa pengentasan stunting di Kebonharjo akan membuahkan hasil.
Beberapa hal yang perlu dicatat dalam penanganan stunting ini antara lain:
1. Penanganan stunting bukan merupakan proses instan yang langsung terlihat hasilnya.
2. Penanganan harus dilakukan secara konsisten/terus menerus, program yang dilakukan di tahun sebelumnya sangat mempengaruhi keberhasilan di tahun berikutnya.
3. Melibatkan semua pihak terkait.
Keterlibatan dan sinergi dari semua pihak terkait sangat dibutuhkan akan penanganan stunting bisa dilakukan dengan tepat dan akurat.
4. Peran keluarga merupakan kunci utama keberhasilannya. Pola asuh dan pola konsumsi dalam keluarga menjadi penyebab munculnya sebagian besar kasus stunting di Kalurahan Kebonharjo disamping kondisi sosial ekonomi dan budaya.
5. Tindakan pencegahan harus dimulai dengan melibatkan remaja dan pasangan usia subur. Adanya kehamilan anak, kehamilan tidak diinginkan–gagal KB yang menimbulkan kehamilan risti dan berujung pada lahirnya bayi stunting dan atau BBLR merupakan faktor resiko meningkatnya angka stunting di Kebonharjo. (*)
Sumber data: hasil PSG 2018-2022.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
185
Populasi
113
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
298
185
Laki-laki
113
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
298
TOTAL
Aparatur Desa
Lurah
SUGIMO, S.IP
Carik
DWI BUDIATUN, S.Pd,Si
Panata Laksana Sarta Pangripta
HERI WIDODO, SE
Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
161 Kali
kleben, Deklarasi Kawasan Bebas Asap Rokok (KABAR)
77 Kali
Revitalisasi Tugu Padukuhan Pelem sebagai Upaya Pelestarian Identitas Lingkungan
105 Kali
Program Penomoran Rumah Terpadu oleh Mahasiswa KKN UNY Tingkatkan Ketertiban Administrasi di Pelem
108 Kali
Selamat Hari Guru Nasional
73 Kali
Lebih dari Tiga Ratus Warga Kebonharjo Memperoleh Bantuan Pangan
116 Kali
Demplot KWT Ngudi Rejeki Padukuhan Jarakan menjadi wisata edukasi/ Green Eduland
97 Kali
Pelatihan Digital Marketing Mendorong Petani ,UMKM Melek Teknologi dan Siap Bersaing di Era Digital
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,142 |
| Kemarin | : | 3,689 |
| Total | : | 264,589 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar