Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 18 September 2019 | 5.573 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
18 September 2019
5.573 Kali Dibaca
Mata pencaharian dusun pringtali salah satunya adalah peternakan. Hampir semua masyarakat Dusun Pringtali mempunyai ternak salah satunya yaitu sapi dan kambing. Biasanya warga memberi makan ternak mereka dengan daun hijauan dan rumput-rumput yang didapat di sekitaran rumah.
Peternakan rakyat masih memegang peranan sebagai aset terbesar dalam pembangunan peternakan nasional, tetapi sampai saat ini tipologinya masih bersifat sambilan (tradisional) yang dibatasi oleh usaha kecil, teknologi sederhana, dan produknya berkualitas rendah (Seohadji,11995). Menurut aziz (1993) peternakan rakyat mempunyai ciri-ciri yaitu skala usaha nya relatif kecil, merupakan usaha rumah tangga, dilakukan sebagai usaha sampingan menggunakan teknologi sederhana sehingga produktivitas rendah dan mutu produk tidak seragam, serta bersifat padat karya.
Ternak sapi merupakan salah satu hewan ruminansia dengan alat pencernaan yang terbagi atas empat bagian yakni rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Dengan alat ini mampu menampung jumlah bahan pakan yang besar dan mampu mencerna bahan pakan yang kandungan serat kasarnya tinggi sehingga pakan pokok hewan ini berupa hijauan atau rumput dan pakan penguat sebagai tambahan. Pada umumnya bahan pakan hijauan diberikan dalam jumlah 10% dari berat badan dan pakan penguat cukup 1% dari berat badan (Sugeng,2003).
Mayoritas warga Dusun Pringtali memberi makan ternaknya hijaun dan daun-daun yang di dapat di lahan sekitar. Namun pada saat musim kemarau warga sangat sulit untuk mendapatkan hijauan dikarenakan hijauan pada musim kemarau sulit didapatkan musim kemarau yang panjang tentu berakibat signifikan terhadap ketersediaan pakan ternak hijauan. Jika pasokan pakan jumlahnya menyusut, bahkan sangat sulit didapat, maka hal itu bisa mengancam keberlangsungan peternakan rakyat. untuk mengatasi kelangkaan pakan tersebut maka kami memberikan program kerja tentang pembuatan pakan ternak atau yang di sebut dengan silase tujuan dari pembuatan silase adalah sebagai alternatif pakan ternak pada musim kemarau, meskipun hal ini sangat kondratiktif dengan kondisi ketersediaan pakan hijauan pada saat musim hujan, namun dengan adanya silase kesulitan dalam memperoleh pakan ternak pada musim kemarau pun dapat teratasi. Selain itu, tujuan dibuatnya silase adalah untuk memaksimalkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan ternak lainnya, agar bias disimpan pada kurun waktu yang lama. Pembuatan silase disambut warga dengan antusias karena warga ingin mengetahui cara pembuatan silase tersebut.
Silase adalah hijauan berkadar air tinggi yang diawetkan dengan asam-asam baik secara alamiah maupun dengan buatan dalam kondisi tanpa oksigen. Berbeda dengan hay nya yang membutuhkan kadar air 15-20% untuk menjadi awet, silase diproduksi dengan memanen hijauan pada kadar air yang lebih tinggi(>80%) dan kemudian diturunkan kadar airnya sampai mencapai 60-70% lalu difermentasi didalam tempat yang kedap udara (silo) yang idealnya berlangsung dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Tujuan utama pembuatan silase adalah mengawetkan hijauan yang berlebih selama musim hujan yang apabila tidak diawetkan akan terbuang karena tidak cukup ternak untuk mengkonsumsinya dan mengurangi kehilangan nutrien. Mengawetkan hijauan dalam bentuk silase biasanya lebih rumit dari pada mengawetkan dalam bentuk hay tetapi lebih banyak nutrien dalam hijauan yang dapat dipertahankan dengan teknik pembuatan silase yang tepat.
Proses pembuatan silase bahan-bahan yang diperlukan adalah debog pisang dan hijaun. Untuk pembuatan silase dengan menggunakan hijauan bahan-bahan yang diperlukan adalah hijauan kemudian dipotong-potong 5 cm dengan menggunakan pisau tujuan dipotong kecil adalah untuk memudahkan dalam pencampuran agar homogen. Kemudian ditambahkan EM4 sebanyak 1 tutup botol dan olases sebanyak 240 ml setelah itu ditambahkan dengan bekatul 2,5 kg namun untuk debog pisang bekatul yang ditambhakan adalah 4 kg. sementara itu kelompok bahan konsentrat dapat berupa dedak padi . bahan konsentrat tersebut bermanfaat untuk memperbaiki kandungan nutrisi dari pakan yang dihasilkan serta sebagai substrat penopang proses fermentasi.Setelah di campur homogen kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik yang dilapisi 2 lapis setelah itu di ikat sampai dengan kondisi anaerob. Setelah itu silase tersebut difermentasi selama 2-3 minggu . setelah mecapai 2-3 minggu kemudian silase tersebut dibuka adapun ciri-ciri silase yang baik adalah rasa dan wanginya asam, warna pakan ternak masih hijau, tekstur rumput masih jelas, tidak berjamur, tidak berlendir, dan menggumpal.
Proses pembuatan silase juga tidak memerlukan pengeringan, sehingga dapat meminimalkan kerusakan zat makanan atau nutrisi akibat pemanasan. Silase jugan mengandung sejumlah asam organik yang berfungsi menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme pada rumen (perut) sapi.
Hasil dari pelaksanaan program pembuatan fermentasi pakan ternak yaitu rumput atau gedebog pisang berciri-ciri warna menjadi hujau keemasan, untuk bau yang dihasilkan menjadi bau wangi tidak berbau busuk, tekstur yang dihasilkan sama seperti hijaun segar awal dan tidak lembek. Setelah diadakannya sosialisasi ini warga menjadi bertambah pengetahuan akan pentingnya mempertahankan kandungan nutrisi dari hijaun atau kedebog pisang yang dibuat.
Tulisan diambil dari Laporan KKN Mercubuana pada Bulan Agustus 2019
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
185
Populasi
113
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
298
185
Laki-laki
113
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
298
TOTAL
Aparatur Desa
Lurah
SUGIMO, S.IP
Carik
DWI BUDIATUN, S.Pd,Si
Panata Laksana Sarta Pangripta
HERI WIDODO, SE
Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
161 Kali
kleben, Deklarasi Kawasan Bebas Asap Rokok (KABAR)
77 Kali
Revitalisasi Tugu Padukuhan Pelem sebagai Upaya Pelestarian Identitas Lingkungan
105 Kali
Program Penomoran Rumah Terpadu oleh Mahasiswa KKN UNY Tingkatkan Ketertiban Administrasi di Pelem
108 Kali
Selamat Hari Guru Nasional
73 Kali
Lebih dari Tiga Ratus Warga Kebonharjo Memperoleh Bantuan Pangan
116 Kali
Demplot KWT Ngudi Rejeki Padukuhan Jarakan menjadi wisata edukasi/ Green Eduland
97 Kali
Pelatihan Digital Marketing Mendorong Petani ,UMKM Melek Teknologi dan Siap Bersaing di Era Digital
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,079 |
| Kemarin | : | 3,689 |
| Total | : | 264,526 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar