You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kalurahan Kebonharjo
Logo Kalurahan Kebonharjo
Kebonharjo

Kap. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Pemerintah Kalurahan Kebonharjo - Untuk informasi selengkapnya dan pengajuan aduan silahkan menghubungi PPID Kebonharjo - Email : pemdeskebonharjo@gmail.com Website : https://kebonharjo-kulonprogo.desa.id - Ciptakan pemerintahan yang bebas korupsi dan gratifikasi guna mewujudkan KEBONHARJO MONCER PPID Kebonharjo

Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta

Administrator 09 Oktober 2019 Dibaca 2.364 Kali
Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta
Posisi negara Indonesia dilintasi garis khatulistiwa dengan garis edar matahari yang begitu dekat membuat kualitas vanili Indonesia sangat tinggi. 'Emas hijau' begitulah julukan tanaman yang memiliki nama lain panili atau perneli.

Masyarakat Eropa juga punya julukan khusus untuk vanili Indonesia, 'Java Vanilla Beans'.
Namun produksi vanili Indonesia sempat mandek sekitar tahun 2005 karena harganya jatuh. Banyak petani vanili meninggalkan komoditas ini. Padahal berdasarkan data ekspor, pada tahun 2001, Indonesia pernah menjadi eksportir vanili terbesar dunia.
Nah, lima tahun belakangan, budidaya vanili kembali menggeliat seiring dengan membaiknya harga vanili di pasar internasional. Sebagai gambaran, saat anjlok, harga vanili kering "cuma" dibanderol Rp 2 juta per kilogram. Namun informasi hari ini harga vanili kering mencapai Rp 4,5 juta/kg. Di negara lain seperti Meksiko, Ghana pada saat panen puncak harganya bisa Rp 6,2 juta per kilo.

Seperti diketahui sentra vanili di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Papua. Beberapa tahun terakhir berkembang di Magelang, Purwokerto, Banyuwangi, Temanggung, Malang, Jember, Bondowoso. Di Sumatra dan Bali juga banyak sentra vanili. Sementara di Jogjakarta hanya di wilayah pegunungan menoreh ada namun masih sedikit populasinya. Menurut aturan tanam bahwa tanaman vanilli dalam satu hektare lahan bisa ditanami 2.500-3.000 pohon vanili. Satu pohon bisa menghasilkan 0,3 kg-0,4 kg vanili kering. Banyaknya produksi tergantung perawatan dan cara mengolah vanili pasca panen.

Salah satu petani yang mencoba keberuntungan menanam vanilli ialah Gandung (48th). Ditemui di pekarangan rumahnya saat melakukan proses penyerbukan bunga vanilli. Kaliduren Kebonharjo Samigaluh, Rabu (9/09/2019). Beliau menekuni tanaman ini sejak 4 tahun yang lalu. Pada awalnya dia menanam beberapa batang saja dan saat ini hanya mempunyai 20 batang vanili. Karena menanam vanilli saat ini susah. Tidak semua yang ditanam bisa hidup semua. Ada yang sebelum tumbuh sudah mati. Umumnya daun menjadi layu dan kering. Kalau tidak batang menjadi busuk. Sedangkan waktu yang dibutuhkan dari mulai menanam sampai dengan berbunga menjadi buah sekitar 3 - 4 tahun. Perawatan ekstra dan pupuk yang tepat salah satu faktor keberhasilan tumbuh. Itu belum soal bagaimana agar bisa berbunga.

Saat ini untuk tanaman vanilli memang lagi musim berbunga. Dan agar bunga bisa menjadi buah maka harus dilakukan proses perkawinan/penyerbukan buatan. Proses ini dilakukan pagi atau sore hari. Dan saya hari ini telah memperoleh hasilnya meskipun sedikit, namun setidaknya ini menjadi motivasi saya untuk terus menanam dan mengembangkan kembali budidaya tanaman vanilli.
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.354.736.159,63 Rp 1.843.171.574,00
73.5%
Belanja
Rp 936.434.579,00 Rp 1.918.648.235,00
48.81%
Pembiayaan
Rp 105.476.661,68 Rp 75.476.661,00
139.75%

APBK 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 6.252.000,00 Rp 11.601.680,00
53.89%
Hasil Aset Kalurahan
Rp 8.645.000,00 Rp 8.025.000,00
107.73%
Lain-Lain Pendapatan Asli Kalurahan
Rp 9.163.000,00 Rp 15.484.920,00
59.17%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 66.888.206,00 Rp 193.730.670,00
34.53%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 494.287.934,00 Rp 843.563.304,00
58.6%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 395.000.000,00 Rp 395.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 1.044.019,63 Rp 2.310.000,00
45.2%

APBK 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 575.935.184,00 Rp 1.176.072.295,00
48.97%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 277.629.095,00 Rp 565.449.340,00
49.1%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 46.523.500,00 Rp 103.959.800,00
44.75%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 18.346.800,00 Rp 40.718.800,00
45.06%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 18.000.000,00 Rp 32.448.000,00
55.47%