Kebonharjo (1/7); Perwakilan Tim Siaga Kalurahan Kebonharjo mengikuti Workshop Penilaian Ketangguhan Bencana yang difasilitasi oleh YAKKUM Emergency Unit (YEU) sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan kalurahan sekaligus menyusun rekomendasi peningkatan ketangguhan secara berkelanjutan. Acara terselenggara di Hotel Manohara Jln. Affandi diikuti tujuh kalurahan di Yogyakarta yang menjadi lokasi proyek "PROSPER".
Workshop diikuti oleh lima orang dari masing-masing kalurahan yang terdiri dari unsur Pemerintah Kalurahan, Tim Siaga, dan perwakilan kelompok perempuan. Narasumber berasal dari BNPB, BPBD, DPMKKPS DIY, dengan fasilitator Tim YEU. Materi lebih ditekankan pada integrasi Penilaian Ketangguhan Bencana dengan Indeks Desa.
Melalui pendekatan partisipatif, peserta bersama-sama melakukan penilaian terhadap berbagai aspek yang mendukung ketangguhan bencana sesuai dengan indikator yang ada dalam Penilaian Ketangguhan Desa. Dalam proses penilaian, peserta menelaah sejumlah indikator penting, meliputi tata kelola dan kebijakan penanggulangan bencana, layanan dasar, upaya pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, hingga kapasitas pemulihan pasca bencana. Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan yang telah dimiliki sekaligus menemukan aspek-aspek yang masih memerlukan penguatan.
Workshop ini juga menjadi wadah untuk menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam program pembangunan kalurahan. Hasil penilaian diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi antar unsur masyarakat, meningkatkan kapasitas Tim Siaga, serta mengembangkan program pengurangan risiko bencana yang lebih efektif dan inklusif. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen YAKKUM Emergency Unit (YEU) dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat melalui Program PROSPER yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan pengurangan risiko bencana di wilayah rawan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.