Visi Terwujudnya Desa Kebonharjo yang mandiri dan berbudaya luhur berdasarkan gotong royong dan kekeluargaan          Misi (1) Mewujudkan perekonomian mandiri dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia dan budaya lokal .(2) Mengembangkan kepribadian masyarkat melalui pengembangan spiritual keagamaan dan budaya dengan mengedepankan heterogenitas. (3) Mewujudkan pemerintahan yang sehat, bersih dan berwibawa. (4)Mewujudkan kualitas hidup masyarkat yang maju, sejahtera dan berprestasi melalui pengembangan kelembagaan desa dan kelompok masyarakat

 

Kebonharjo Penuhi Target Kuota Pilot Project Zero TB

Administrator 27 Februari 2020 13:46:23

Zero TB merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dalam rangka eliminasi tuberkulosis. Selasa 25 Februari 2020, ada kegiatan skrining kesehatan berupa rontgen gratis untuk masyarakat Kebonharjo yang bertempat di eks SMP Bopkri atau di kompleks kios Bendo, Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh. Skrining kesehatan dengan jatah kapasitas 200 orang, dihadiri dari 3 pedukuhan yaitu dari Gowok sejumlah 65 orang, Jarakan 65 orang dan Kaliduren sejumlah 70 orang.

Kegiatan yang semula direncanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai kurang lebih pukul 12.00 WIB, berubah menjadi pukul 09.00 WIB dan berakhir hingga pukul 17.00 WIB, karena pemeriksaan ini selain butuh ketelitian juga melalui tahapan sesuai prosedur. Dalam kegiatan ini tim UGM bekerjasama dengan laborat Pramita Yogyakarta, Dinas Kesehatan Propinsi Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, RSUD Wates, Puskesmas Samigaluh 2, dan 5 volunteer yang terdiri dari Sugiyanto/JMD​​ bertugas mengarahkan dan membantu peserta masuk ke mobil ronsen, Wahono/JMD​​bertugas di pengambilan sampel dahak, Sulastri/kader Dusun​ bertugas membantu ganti baju ronsen, Daryati/kader Dusun bertugas membantu mengukur tinggi dan menimbang berat badan dan Siti Tadhkiroh/kader aisyiyah bertugas sebagai koordinator lapangan.

Skrining kesehatan ini disambut hangat dan antusias oleh warga masyarakat Kebonharjo. Ha ini bisa dibuktikan dari 200 (dua ratus) undangan yang disampaikan oleh dukuh dari masing–masing pedukuhan bisa terpenuhi. Bahkan ada diantara mereka yang tidak mendapat undangan ikut hadir dalam kegiatan ini, dengan harapan nantinya dapat memperoleh pelayanan.

Masyarakat mulai berdatangan sejak jam 08.30 WIB. Alur yang dilalui warga dalam pemeriksaan yaitu pendaftaran dengan menunjukkan kartu jaminan kesehatan atau KTP/Kartu Keluarga untuk dicatat biodatanya pada form skrining, kemudian ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Setelah itu form diberikan kepada petugas rontgen. Bagi kaum laki-laki setelah menyerahkan form skrining bisa langsung menunggu panggilan untuk rontgen sedangkan yang perempuan perlu ganti baju khusus rontgen.

Pelaksanaan rontgen dilakukan di dalam mobil laboratorium Pramita Yogyakarta. Selesai rontgen selesai, form skrining dikembalikan lagi kepada peserta untuk selanjutnya diarahkan menunggu di bagian dokter pembaca hasil rontgen. Setelah hasil rontgen dibaca dan dinyatakan baik dan hasil interview dinyatakan aman, peserta atau masyarakat boleh pulang. Akan tetapi bagi peserta yang hasil ronsen atau hasil interview dengan dokter dinyatakan tidak aman dalam artian ada indikasi yang mengarah ke penyakit TB, maka peserta skrining diarahkan untuk cek dahak terlebih dahulu, dalam hal ini dikoordinatori oleh Puskesmas Samigaluh 2, peserta baru boleh pulang.

Peserta yang usianya di bawah 10 tahun, setelah masuk diruang pendaftaran, diarahkan masuk ke ruang dokter untuk di anamnesa terlebih dahulu. Kalau hasil anamnesa mendukung adanya gejala TB, akan di tes tuberculin atau mantouk tes. Seluruh peserta sebelum pulang, dipersilakan minum dan makan snack yang telah di persiapkan oleh panitia.

Adapun respon masyarakat dalam acara ini sangat baik, mereka sangat senang dan menanggapi positif. Waginem​ salah satu warga menyatakan tidak takut dirontgen dan berharap kegiatan ini sering diadakan, biar semua warga bisa terlayani dan semakin sehat. Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak Sukardal menyampaikan alasannya mengikuti skrining kesehatan yaitu untuk mengetahui/cek kesehatan. "Kita tidak tahu apakah diri kita itu sehat atau sakit. siapa tahu merasa dirinya sehat tak tahunya berpenyakitan, kalau memang kita sakit, bisa diobati lebih awal jika mau melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Kalurahan

Aparatur Kalurahan

Lurah Carik Panata Laksana Sarta Pangripta Danarta Ulu-Ulu Kamituwa Staff Desa Staff Desa

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterYouTube

Lokasi Kantor Kalurahan

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung