Kalurahan Kebonharjo
Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 06 April 2019 | 889 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
06 April 2019
889 Kali Dibaca
Anglaras ilining bayu angeli anaing tan keli
Amerti bumi, anglaras hangabehi
Rinengkuh pujaning leluhur kasembadan berkahing pangeran
Bebrayan mbagun deso
Merupakan runtutan tema budaya dalam kegiatan Merti Desa atau Bersih Desa yang diselenggarakan Pemerintah Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo sejak tahun 2016 - 2019. Momentum upacara adat menjadi media budi dan daya manusia (kebudayaan) untuk menggelorakan kebijakan desa.
Pada tahun 2015-2016 Pemerintah Desa dan warga masyarakat melakukan musyawarah menyusun rancangan desa sebagai pijakan arah 6 tahun kedepan, yang dikenal sebagai RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). Dokumen yang memerlukan analisa data desa dan informasi komprenhensif guna menyelaraskan visi misi kepala desa, usulan dari hasil rembug warga dan perencanaan dari pemerintah kabupaten ataupun daerah, terutama pada perubahan tata ruang di Kabupaten Kulon Progo dengan Pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Air Port (NYIA) dan Bedah Menoreh sebagai jalur penghubung dengan Candi Bobodur yang beririsan dengan wilayah desa. Memerlukan pemikiran yang mendalam agar perubahan tersebut mampu menjadikan warga sebagai pelaku utama. Anglaras ilining banyu, angeli ananing tan keli adalah pepatah jawa yang telah membumi di warga jawa, diangkat menjadi tema gerakan budaya pada tahun 2016. Dengan harapan mampu Menyesuaikan diri dengan mengalirnya air tetapi tidak terbawa arus begitulah artinya, merupakan sikap antisipatif dan inovasi dalam menghadapi perkembangan dunia seperti yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga. (Kompasiana)
Pada tahun kedua semakin meneguhkan kebijakan mendasar dalam wujud konsep konservasi kawasan. Amerti Bumi, anglaras anghabehi, artinya senantiasa menjaga bumi untuk membentuk harmony alam, pemikiran yang menempatkan bumi dan segala yang ada didalamnya dan diatasnya harus dimemerti atau dijaga (konservasi). Desa Kebonharjo menjadi bagian dari perbukitan Menoreh merupakan pegunungan vulkanik dan krast yang subur, yang mampu menjadi penahan air secara natural sebagai pendukung kawasan lainnya. Merupakan ruang dimana vegetasi dan satwa eksis berkembang, juga budaya pertanian, arsitektur, filosofi, spiritual, nilai kehidupan, pengetahuan politik, seni, hukum dan semangat nusantara masih terjaga. Kesemuanya merupakan aset yang tak terkira nilainya untuk dikembangkan dalam berbagai produk dan bisnis pariwisata. Perkembangan teknologi bukan lagi menjadi pemusnah akan tetapi menjadi instrumen meng-global-kan budaya menoreh, menjadi bagian dari peradaban dunia dalam gerakan pembangunan yang berkelanjutan (sustain development). Kebudayaan Menoreh tidak terpungkiri sebagai kebudayaan yang matang dalam rentang sejarah waktu cukup yang lama. Semenjak Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kolonial Belanda dan Jepang, Kemerdekaan RI, Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi, tetap menjadikan desa sebagai sebuah kesatuan wilayah yang kokoh dan mandiri karena kemampuan adaptasinya.
Di tahun ketiga, rencana-rencana desa mulai terwujudkan, tumbuhnya berbagai kegiatan seni budaya, pengembangan usaha pertanian dan infrastruktur pendukungnya, peningkatan kualitas hunian warga (rumah sehat dan Jambanisasi), pembangunan jalur bedah menoreh, pembangunan jalan desa pendukung ekonomi warga, kesiapsiagaan bencana, tata kelola pemerintahan yang baik, unit usaha desa yang berkembang dan lain lain.
Terwujudnya rencana tersebut tidak lepas dari gagasan dan ide dari para pendahulu desa yang dilanjutkan pada pemerintahan saat ini. Keyakinan kami, menempatkan arah pembangunan dalam rel yang berkelanjutan dari para pendahulu adalah sebuah keharusan. Mereka dalam budaya desa adalah sosok yang dihormati sepanjang masa, agar mereka senatiasa bersama kami melalui ide ide bijaknya dan agar kami bangga atas leluhur dan jatidiri. Tema budaya pada tahun 2018 adalah Rinengkuh pujaning leluhur, kasembadan berkahing Pangeran atau dijaga oleh harapan leluhur dan terwujudkan atas karunia dari Tuhan.
Pembanguan desa yang telah dilaksanakan telah menghasilkan corblock jalan desa, berbagai kegiatan kemasyarakatan, puluhan rumah dan lain lain. Hasil tersebut bukan sekedar dana sebagai penentunya, akan tetapi didukung oleh nilai dan rasa persaudaraan atau bebrayan yang masih berkembang di wilayah Desa Kebonharjo. Ikatan persaudaraan yang selalu dipupuk dalam berbagai bentuk seperti upacara adat, takziah, kegiatan keagamaan, gotong royong/sambatan, nyumbang (menghadiri pesta pernikahan) dan lain-lain. Kesemuanya telah membentuk modal sosial untuk mecapai pembangunan yang maksimal. Seperti yang diungkapkan Bourdieu (1986) mendefinisikan modal sosial sebagai sumber daya yang dimiliki seseorang ataupun sekelompok orang dengan memanfaatkan jaringan, atau hubungan yang terlembaga dan ada saling mengakui antar anggota yang terlibat di dalamnya. (alisadikinwear.wordpress.com)
Pesatnya pembangunan yang berlangsung tidak lepas dari partisipasi warga, lembaga masyarakat dan pamong desa yang bekerja maksimal. Inilah yang melatarbelakangi tema kebudyaan peringatan Merti Desa yang dilaksankan pada Hari Selasa Pahing tanggal 2 April 2019, Bebrayan mbangun desa yang artinya persaudaraan dalam membangun desa. Dengan harapan tercapainya Kebonharjo dengan semangat baru yang maju dan makmur menjadi lebih nyata dihadapan kita, dengan bertumpu pada budaya kita sendiri.
Ditulis oleh:
Rohmad Ahmadi
Kepala Desa Kebonharjo
Diunggah di berbagai portal berita on line dan media sosial
Dikutip pada: https://www.atmago.com/posts/refleksi-merti-desa-kebonharjo-2019_post_id_566f3604-c7f5-438a-92fe-97ae0ae5e48d?attach=57305
Referensi:
http://thr.kompasiana.com/aamirdarwis/5b090dadab12ae25d90c9912/mengenal-dakwah-sunan-kalijaga-anglaras-ilining-banyu-angeli-nanging-ora-keli
Bourdieu(1986) dalam://www.google.com/amp/s/alisadikinwear.wordpress.com/2012/05/20/modal-sosial-dan-pembangunan-ekonomi-regional/amp/
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1178
Populasi
1209
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
2387
1178
Laki-laki
1209
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
2387
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Lurah
SUGIMO, S.IP
Carik
DWI BUDIATUN, S.Pd,Si
Panata Laksana Sarta Pangripta
HERI WIDODO, SE
Danarta
SAPTONO
Ulu - Ulu
SUYANTO
Kamituwa
IHSAN SETIAWAN, S.Tr.P
Dukuh Jarakan
ROCHID FATONI, S.Pd
Dukuh Kedunggupit
RISMANTO
Dukuh Gebang
GUNANTO
Dukuh Dangsambuh
AJI PRASETYO, A.Md
Dukuh Kleben
RATMININGSIH
Jagabaya
PURWANTA, A.Ma
Dukuh Gowok
SUNARDI
Dukuh Kaliduren
SUKARMAN
Dukuh Jeringan
SUMARNO
Dukuh Pringtali
KURNIAWAN
Dukuh Pelem
AGUSTINUS SUPRIYONO
Kalurahan Kebonharjo
Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
18.806 Kali
Mari samakan Identitas di SPPT PBB P2 dengan SHM
.png)
5.686 Kali
Silase Si Pakan Ternak Berkualitas dan Tahan Lama
3.772 Kali
Penemuan Kasus TB aktif melalui Skrining
3.120 Kali
KTP, KK, KIA Jadi Pengganti Kartu BPJS
2.638 Kali
PANDUAN PERINGATAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI TAHUN 2026
2.543 Kali
Kalurahan Kebonharjo Membentuk Ruang Komunitas Digital Desa dalam Mewujudkan Desa Cerdas
.png)
2.363 Kali
Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta
25 Kali
PENGUMUMAN SELEKSI OPEN RECRUITMENT BUMDes BINANGUN BABAR ANYAR
21 Kali
GAPOKTAN KEBONHARJO GANDENG PT SOBI UNTUK MELEJITKAN DAYA JUAL PERKEBUNAN
54 Kali
Menuju Kalurahan Inklusif, Pemkal Kebonharjo Gelar Pembahasan Draf Perkal tentang Pelindungan Penyandang Disabilitas
80 Kali
Mari Datang Ke Posyandu pada Bulan Agustus 2026
46 Kali
WASPADA MUSIM KEMARAU 2026: AKSI BERSAMA KEBONHARJO
34 Kali
Perkuat Ketahanan Pangan dan Penghidupan, Warga Kebonharjo Ikuti Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana Inklusif
76 Kali
Kebonharjo Borong Prestasi: Raih Peringkat IV PPID Award 2026 dan Lunas PBB-P2 Tingkat Kabupaten
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,381 |
| Kemarin | : | 3,397 |
| Total | : | 592,828 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar