You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kebonharjo
Logo Desa Kebonharjo
Kebonharjo

Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Pemerintah Kalurahan Kebonharjo - Untuk informasi selengkapnya dan pengajuan aduan silahkan menghubungi PPID Kebonharjo-Email:pemdeskebonharjo@gmail.com- Ciptakan pemerintahan yang bebas korupsi dan gratifikasi guna mewujudkan "KEBONHARJO MONCER"

Sosialisasi 1000 HPK untuk Mencegah Stunting bagi Wilayah Desa Kampung KB

Administrator 18 Juni 2019 Dibaca 492 Kali

Desa Kebonharjo menjadi salah satu Desa Kampung KB, tempat penyelenggaraan sosialisasi 1000 HPK untuk mencegah stunting yang diadakan Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo. Acara tersebut dilaksanakan Senin, 17 Juni 2019 di Balai Desa Kebonharjo. Peserta sosialisasi sejumlah 60 peserta yang terdiri dari unsur kader Yandu, pengurus PKK 10 pedukuhan, TP PKK Desa, ibu hamil, ibu baduta (bayi di bawah dua tahun), dan pengurus POKJA Kampung KB Desa.

Sri Prihatin, koordinator PKB Kecamatan Samigaluh selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa faktor utama untuk mencegah stunting adalah pola asuh. Pemahaman pola asuh mulai ditanamkan sejak remaja, waktu kehamilan, dan masa pertumbuhan baduta. Beliau juga menambahkan peran suami/ayah sangatlah penting untuk seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) bagi buah hati.

Materi pertama tentang ""Pola Asuh Ibu Hamil dan Baduta ditinjau dari Segi Psikologi" disampaikan oleh Rohmad Ahmadi, Kepala Desa Kebonharjo. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa perhatian keluarga dan lingkungan sekitar sangat diperlukan bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Beliau merasa prihatin terhadap baduta yang tinggal di lingkungan keluarga perokok. 

Narasumber kedua adalah dr. Tari Astuti, Kepala UPTD Puskesmas II Samigaluh. Beliau menegaskan bahwa 1000 HPK adalah masa emas perkembangan anak. Periode kahamilan selama 280 hari, periode 0-6 bulan (180 hari) dengan pemberian ASI Eksklusif, dan periode selanjutnya 6-24 bulan (540 hari) dengan pemberian ASI dan MPASI.

Penyelenggara  kegiatan mengharapkan para peserta sosialisasi dapat menyampaikan hasil sosialisasi kepada seluruh anggota keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian kesadaran seluruh pihak terutama keluarga terhadap ibu hamil dan baduta akan meningkat.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan