Koperasi Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintah pusat sejatinya hendak dikolaborasikan dengan program lumbung mataram. Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, wacana kolaborasi program koperasi desa. Salah satunya, kolaborasi dengan program lumbung mataraman ataupun dengan desa wisata.
"Arahan Ngarsa Dalem, Lumbung Mataraman dan Deswita bisa menjadi pilar utama KDMP," ucapnya.
Sumber: https://radarjogja.jawapos.com/kulonprogo/656241122/kolaborasi-koperasi-merah-putih-dangan-lumbung-mataraman-di-kulon-progo-sulit-diimplementasikan-ke-seluruh-kalurahan-tkd-jadi-kendala?page=1

Berkaitan dengan hal tersebut, Lumbung Mataraman Kalurahan Kebonharjo yang dibiayai oleh BKK Dana Keistimewaan TA 2023 memperoleh kunjungan tim monitoring dan evaluasi dari Pemda DIY yang melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Paniradya Kaistemewaan DIY, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, dan Penyuluh Pendamping Kalurahan. Hasil monev antara lain hasil pengelolaan lumbung belum bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sehingga perlu ada inovasi untuk keberlanjutan lumbung mataraman disesuaikan dengan potensi yang ada. Tim monev memberikan masukan salah satu potensi yang bisa dikembangkan yaitu pembudidayaan empon-empon.
Sugimo, Lurah Kebonharjo menyampaikan bahwa Lumbung Mataraman Kebonharjo belum representatif terkait sarpras misalkan belum adanya gudang, MCK, dan jalan usaha tani yang memadai. ”Jika lumbung mataraman Kebonharjo akan menjadi pilar KDMP, sistemnya harus berbentuk kemitraan. Karena sebelumnya lumbung mataraman merupakan aset desa yang pengelolaannya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Kalurahan, ”tambahnya.
