Selasa (6/5), Pemerintah Kalurahan Kebonharjo menyelenggarakan Lounching PMT Sumber BKK Dana Keistimewaan TA 2025. Berlokasi di Pendopo Kalurahan dan halaman Kalurahan, kegiatan diikuti oleh 63 (enam puluh tiga) penerima, Kader Pembangunan Manusia, dan kader Yandu dari masing-masing padukuhan.
Salah satu prioritas penggunaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reformasi Kalurahan sumber Dana Keistimewaan adalah Penguatan Kegiatan Penanganan Stunting. Kegiatan tersebut dapat berupa pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal menyasar ibu hamil, menyusui, dan balita usia 0-59 bulan.
Dalam sambutan pengantar kegiatan, Dwi Budiatun selaku Plt. Kamituwa Kebonharjo memberikan informasi bahwa penerima sasaran akan menerima PMT berupa kudapan dua protein setiap hari dengan jumlah hari sesuai kriteria. Berdasarkan juknis pelaksanaan BKK Reformasi Kalurahan maka ibu hamil mendapat PMT selama 120 hari, balita gizi kurang selama 56 hari, balita berat badan kurang 28 hari, dan balita tidak naik 14 hari.

Siti Nuryati, Kader Pembangunan Kebonharjo berpesan agara PMT yang sudah diterima segera dikonsumsi. ”Kami akan melibatkan kader masing-masing padukuhan untuk mengambil PMT matang ke penyedia dan menyalurkan ke penerima, jadi penerima manfaat tidak perlu datang sendiri ke penyedia, ” ujarnya.

”Saya selaku orang tua dari balita penerima PMT Dana Keistimewaan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memberikan dana keistimewaan untuk penyaluran PMT. Harapannya dengan program ini, anak saya bisa naik berat badannya serta mampu menurunkan persentase stunting di Kebonharjo. Semoga tahun depan program serupa masih ada,” ungkap Nurjilah, warga Kebonharjo.
