Dalam upaya untuk menangani masalah stunting di wilayah Kebonharjo mengadakan Rembuk Stunting pada tanggal 26 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di Balai Kalurahan Kebonharjo. Acara tersebut diselenggarakan guna membahas usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun anggaran 2026 yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting yang terjadi di Kebonharjo.
Rembuk Stunting dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Desa, Panewu Samigaluh yg pada kesempatan tersebut diwakili oleh Bapak Catur , Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PLKB Samigaluh (Bp. Doni Praswoto), Ibu Andaryati selalu Pendamping Lokal Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), unsur PKK, unsur pendidik PAUD, unsur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kepala Puskesmas, Bidan Desa, kader ILP, TPPS, Kehadiran semua pihak tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dari masyarakat dan pemerintah setempat untuk menangani masalah stunting secara serius.
Dalam rembuk tersebut, berbagai isu terkait stunting dibahas secara mendalam. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang dan perawatan anak yang baik untuk mencegah stunting, serta penanganan pada kasus remaja guna pencegahan pernikahan anak dan KTD.Pemerintah Kalurahan Kebonharjo juga membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam RKPDesa 2026 untuk mengurangi angka stunting di wilayah mereka.
Salah satu rencana aksi yang diusulkan adalah program pendidikan gizi dan pembinaan keluarga remaja yang melibatkan unsur Kader, pendidik PAUD, unsur PLKB , dan unsur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan asupan gizi yang baik dan perawatan yang tepat bagi anak-anak mereka, serta memberikan pemahaman kepada keluarga remaja akan pentingnya pergaulan yang sehat.
Selain itu, Bidan Desa( Tyas Ningrum) turut berperan dalam rembuk ini dengan menyampaikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan imunisasi pada anak yang diperlukan untuk mencegah stunting. Mereka juga memberikan saran dan arahan kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya makanan bergizi bagi tumbuh kembang anak. Bidan Desa juga menyampaikan presentase capaian imunisasi untuk Kebonharjo masih diangka 40 % , hal tersebut menjadi perhatian kita bersama baik Pemerintah Kalurahan, TPPS serta kader agar lebih aktif dalam memberikan edukasi pada keluarga balita akan pentingnya imunisasi.
Berdasarkan informasi dari Pendamping Desa ( Andaryati) untuk prevalensi stunting tahun 2026 17,5%. Hal tersebut tentunya di Kebonharjo dapat dikejar melihat presentase sebelumnya jauh lebih baik dari target yang telah ditetapkan.
Rembuk Stunting Kalurahan Kebonharjo ini diharapkan menjadi titik awal bagi upaya serius dalam menangani masalah stunting di Kalurahan tersebut. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur terkait, diharapkan bahwa RKPDesa 2026 akan mampu mengimplementasikan program-program yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi stunting.Dengan berjalannya waktu, diharapkan Kalurahan Kebonharjo dapat mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Upaya ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya memerangi masalah stunting yang menghambat pertumbuhan generasi muda.
Penulis: Fitri Hartanti