Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan kalurahan untuk program ketahanan pangan, maka di forum musyawarah padukuhan telah disepakati beberapa usulan baik berupa peningkatan produksi tanaman pangan, perikanan, dan peternakan. Selanjutnya usulan tersebut masuk di kegiatan yang diprioritaskan berdasarkan hasil musyawarah kalurahan (muskal) perencanaan pembangunan tahun 2025 yang berlangsung pada Senin, 10 Juni 2024 di Pendopo Kalurahan Kebonharjo.
Mardi, selaku wakil ketua BPK Kebonharjo menyampaikan ada tiga kegiatan ketahanan pangan yang diusulkan dari sepuluh wilayah padukuhan se-Kebonharjo meliputi:
- Kegiatan Bantuan Perikanan Budi Daya Lele untuk warga Kleben dan Gowok
- Kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan berupa pengembangan Kelompok Wanita Tani di Jeringan, Gebang, Dangsambuh; bibit tanaman alpukat untuk warga Pringtali, Kedunggupit, Kaliduren; bibit pete, kakao untuk warga Kaliduren; dan bibit padi bagi petani Kedunggupit.
- Kegiatan Peningkatan produksi hasil peternakan berupa ternak ayam jopper di Pelem, ternak ayam untuk KWT Dangsambuh, dan pengadaan kandang komunal untuk kelompok ternak Jarakan.
Edy Purwanto selaku Ketua BPK Kebonharjo dan Sugimo, Lurah Kebonharjo menghimbau usulan ketahanan pangan dilengkapi dengan proposal. ”Adanya proposal akan mempercepat penyusunan dokumen perencanaan dan dapat diketahui latar belakang, manfaat, kebutuhan biaya dari kegiatan yang diusulkan,” ungkap Sugimo.