Isu seksualitas dan kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu untuk diperbincangkan. Di kalangan remaja, informasi kesehatan reproduksi (kespro) masih jarang dibicarakan bersama keluarga atau orang dewasa. Pada hari sabtu tanggal 27 September 2025 sebanyak 46 remaja di Balai Kalurahan Kebonharjo mengikuti kegiatan posyandu remaja tingkat Kalurahan dan sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini dihadiri oleh Puskesmas samigaluh II, Fitri Hartanti selaku KPM, dan kader posyandu remaja (Sholikin dan Mulyanto).
Pada kesempatan ini remaja Kebonharjo belajar sambil bermain tentang pentingnya kesehatan reproduksi melalui permainan yang menarik. Selama ini banyak remaja yang dihadapkan dengan berbagai masalah kesehatan reproduksi remaja yang aktif secara seksual atau ingin mencari informasi tentang seksualitas seringkali diberikan label negatif, dianggap nakal, atau tidak bermoral. Remaja yang mendapatkan masalah kesehatan reproduksi, seperti hamil di luar nikah atau melahirkan di usia muda seringkali mendapatkan stigma dan dihakimi.
Labelling, penghakiman dan diskriminasi menjadikan remaja enggan untuk mencari informasi yang benar dan mengakses layanan kesehatan reproduksi remaja. menyebutkan, remaja merasa khawatir akan mendapatkan pelayanan yang tidak menyenangkan dan informasi pribadi mereka tidak akan dirahasiakan jika mereka mengakses layanan di puskesmas.
Puskesmas Samigaluh II dengan bangga mendukung pelaksanaan kegiatan Posyandu Remaja di Kalurahan Kebonharjo Kecamatan Samigaluh. Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan generasi muda, yang merupakan aset penting dalam pembangunan masyarakat.
Posyandu Remaja dirancang sebagai sarana edukasi dan pelayanan kesehatan bagi remaja. Melalui kegiatan ini, para remaja mendapatkan informasi yang relevan mengenai kesehatan fisik, mental, dan reproduksi. Selain itu, Posyandu juga menjadi wadah untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja, seperti anemia, gangguan pola makan, hingga permasalahan terkait kesehatan reproduksi.
Kegiatan Posyandu Remaja ini juga didukung oleh pendekatan interaktif melalui diskusi kelompok dan pe. Bahasnya mitos/fakta, yang membuat para peserta lebih antusias dalam belajar. Tidak hanya itu, suasana hangat dan kekeluargaan membuat para remaja merasa nyaman untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan hal-hal yang mereka alami.
Dengan adanya Posyandu Remaja, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mari bersama-sama kita dukung kegiatan ini demi terciptanya masyarakat Kebonharjo yang lebih sehat.
Penulis: FITRI HARTANTI, KPM Kebonharjo