Kapanewon Samigaluh memberi bibit buah alpukat sejumlah 50 batang untuk KWT Mekarsari lewat proposal yang diajukan oleh Pemerintah Kalurahan Kebonharjo. Pemberian bibit ini merupakan bentuk kegiatan GEMESI (Gerakan Menghijaukan Samigaluh) dengan kegiatan penanaman pohon guna menanggulangi bencana kekeringan dan tanah longsor yang sering terjadi di Kapanewon Samigaluh khususnya Kebonharjo. Kegiatan penanaman pohon juga mempunyai tujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan sebagai peningkatan perekonomian masyarakat.
Jum'at 10/1/2025 semua anggota KWT Mekarsari didampingi Panewu Anom Kapanewon Samigaluh, BPP Samigaluh, Pemerintah Kalurahan Kebonharjo melakukan tanam alpokat di tanah kas desa yang berada di Ngelo Padukuhan Jarakan.
”Perempuan merupakan mitra sejajar kaum pria dan akan lebih teliti, juga tlaten. Mohon untuk menanam dan merawat pohon buah alpukat dengan penuh kasih sayang,” pesan Ibu Esti selaku Panewu Anom Samigaluh.
Murni Penyuluh Kehutanan Samigaluh Kalibawang memberi penjelasan tentang cara menanam buah alpukat, melalui langkah:
- Buat lobang tanam 60x60x50cm dan jarak tanam minimal 5x5m.
- Menyediakan pupuk organik, dolomit, dan arang sekam atau sekam yang sudah busuk.
- Lobang dibuat dan di dalamnya pupuk organik, arang sekam/ sekam mentah, dolomit dicampur dan dimasukkan.
- Polibag alpukat dibuka dan akar bawah diambil karena akar tua.
- Setalah lubang dan pupuk dicampur diberi tanah baru masukkan bibit alpukat.
- Batang alpukat untuk dihadapkan pada arah matahari untuk memudahkannya fotosintesis.
- Tanah digundukkan untuk menghindari tanaman tergenang air dan menjadi bacek dan tanah tetap gembur di daerah perakaran, serta memudahkn pemeliharaan khususnya dalam pemupukan.
- Setalah tanam kurang lebih 1 bulan untuk diberi pupuk disamping gundukkan dibuka dan ditutup kembali dengan tanah.
- Setiap saat dicek untuk pupusnya agar terhindar dari hama.
- Di sekitar gundukan tidak boleh ada tanaman yang menumpang.
- Untuk lahan lokasi menanam di tempat yang tenggar dengan asumsi bebas dari tanaman lain.
- Di sela tanaman bisa ditanam kopi Ateng atau kakao.
- anaman cukup 2-3 macam komoditas karena untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan dengan asumsi ada hasil yang bagus.
- Siram secara teratur, terutama pada pagi atau sore hari.
- Berikan pupuk organik secara teratur, seperti pupuk kandang, urea, TSP, dan KCl.
- lpukat cocok di Samigaluh, 2- 2,5 tahun bisa berbuah, dengan jarak 5 meter, kakao yang disambung atau kopi Ateng.
Suyanto selaku Ulu-ulu Kebonharjo menyampaikan dukungan Pemerintah Kalurahan Kebonharjo terhadap program GEMESI dan ketahan pangan berupa pengalokasian APBKal TA 2025 untuk pengadaan bibit 600 batang alpukat, 200 batang kakao, dan 200 batang Pete.
Sri Johariyah, selaku ketua KWT menyampaikan ucapan terima kasih semoga tanaman bisa tumbuh subur dan cepat berbuah pada masanya.
Penulis
Tatik Purwantari