Kebonharjo, [17/10] – Dalam rangka melestarikan budaya Jawa dan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang seni dan public speaking, Pemerintah Kalurahan Bersama Karang Taruna Kebonharjo menyelenggarakan pelatihan MC Bahasa Jawa dan Nyinom Laku Dodog. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kalurahan Kebonharjo dan diikuti oleh puluhan pemuda-pemudi yang antusias belajar mengenal lebih dalam kekayaan budaya Jawa.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang kesenian Jawa, yaitu Pak Susanto dari Kaliduren dan Pak Mujiono dari Pagerharjo, yang telah lama berkecimpung sebagai MC adat dan seniman tembang macapat. Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali teknik-teknik dasar membawakan acara resmi dalam Bahasa Jawa krama, serta diperkenalkan dengan dasar-dasar nyinom.
Pemerintah Kalurahan Kebonharjo, diwakili Dwi Budiatun selaku pelaksana tugas kamituwa menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah:
- Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan bahasa daerah.
- Memberikan keterampilan praktis dalam membawakan acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga acara resmi desa.
- Mewariskan tradisi nyinom sebagai bentuk memuliakan tamu.
“Pemuda zaman sekarang tidak boleh melupakan akar budayanya. Dengan pelatihan ini, kami harap mereka bisa tampil percaya diri sebagai MC berbahasa Jawa dan juga melestarikan nyinom yang benar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu,” ujar Dwi
Materi dan Praktik Langsung
Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama fokus pada teknik menjadi MC Bahasa Jawa, seperti:
- Pemilihan ragam bahasa Jawa (ngoko, krama, krama inggil)
- Susunan acara dalam adat Jawa
- Teknik vokal dan ekspresi saat membawakan acara
Sedangkan sesi kedua diisi dengan praktik acara seserahan calon pengantin sera nyinom laku dodog.
Beberapa peserta juga diberi kesempatan tampil di depan peserta lain, membacakan acara berbahasa Jawa serta mendapat masukan langsung dari narasumber.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin Karang Taruna Kebonharjo, sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya lokal. Selain itu, para peserta diharapkan dapat menjadi duta budaya di lingkungannya masing-masing, baik sebagai MC dalam acara desa, maupun sebagai pelatih untuk adik-adik generasi selanjutnya.