Dalam rangka bulan peduli posyandu dan sebagai upaya peningkatan peran kader posyandu dalam pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Kalurahan Kebonharjo melalui RDS Kebonharjo bersama Puskesmas Samigaluh dan PKB Kapanewon Samigaluh mengadakan pembinaan kader posyandu. Pembinaan dilakukan sesuai jadwal kegiatan posyandu di 10 Posyandu di wilayah Kebonharjo. Pembinaan dilakukan dimulai dengan kunjungan tim RDS dan puskesmas Samigaluh II Samigaluh di Posyandu Sri Mulat Gowok pada tanggal 2 Juni 2023 dan akan berakhir di Padukuhan Kleben tanggal 20 Juni yang akan datang. Pembinaan dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran kader posyandu dalam kegiatan posyandu terutama dalam pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kebonharjo yang kembali melonjak per bulan Februari 2023. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah munculnya kasus stunting baru.
Adapun langkah yang ditempuh antara lain:
- Meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran anthoprometri pada balita sehingga didapatkan data pertumbuhan yang akurat baik berat badan (BB) tinggi badan (TB), Lila (Lingkar Lengan Atas) maupu Lika (Lingkar Kepala).
- Memonitoring tumbuh kembang melalui konseling di posyandu dengan menggalakkan penggunaan buku KIA bagi keluarga balita.
- Meningkatkan kemampuan kader dalam mengisi grafik pertumbuhan dan ceklis perkembangan yang ada di buku KIA.
- Meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan konseling dan penyuluhan dengan menggunakan buku KIA sebagai acuan dalam memantau tumbuh kembang balita.
- Meningkatkan kapasitas kader dalam menginventarisir kondisi balita hingga ditemukannya resiko stunting, gizi kurang, microcephaly, ataupun macrocepaly lebih dini.
- Meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan kegiatan posyandu melalui sistem lima langkah.
Pelatihan dilakukan dengan cara pendampingan secara langsung pada kader posyandu dalam pelaksanaan posyandu oleh KPM bersama Puskesmas Samigaluh II. Pendampingan meliputi, antara lain:
- pengukuran berat badan, tinggi badan, Lila, dan Lika, serta pengisian grafik pertumbuhan baik BB/U, BB/TB, TB/U, Lika, maupun ceklis perawatan bayi sejak 0-60 bulan.
- pelaksanaan konseling/penyuluhan dengan menggunakan buku KIA dengan cara mengajarkan pada ibu balita cara membaca dan memahami grafik pertumbuhan serta stimulasi dan perawatan yang dibutuhkan oleh balita bersumber buku KIA.
- pemantauan perkembangan anak dengan menggunakan KKA (Kartu Kembang Anak) maupun SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang).
- mengidentifikasi balita yang memerlukan layanan atau rujukan lanjutan ke tenaga kesehatan. (*)
Penulis: Siti Nuryati