Ada naik ada turun ada pasang ada surut bahkan ketika naik seperti di bulan namun begitu jatuh ke bumi berasa sekali, itulah ibarat kata dalam sebuah bisnis. Hal itu sudah menjadi wajar dan tidak akan menyurutkan langkah ke depan.
Sejak akhir April 2023, Pokdakan Wanita Kali Krajan Kaliduren panen kedua dengan perolehan 425 kg dengan asumsi bibit awal sejumlah 4200 terbagi dalam 7 kolam. Anggota Pokdakan melakukan pemasaran secara online dan langsung diantar ke konsumen.
Pada masa panen lele kedua ini Pokdakan Wanita Kali Krajan Kaliduren memberi subsidi lele untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di antaranya acara Merti dusun Padukuhan Kaliduren, Festival Jogo Kaliku di Kaliduren, Posyandu Padukuhan Jarakan juga acara syawalan pada santri Pondok Pesantren Dhuafa Al Wahid di Jumblangan.
Ardy selalu penyuluh pendamping perikanan untuk memisahkan antara pelet lele dan gurame. Tatik Purwantari, Dwi Haryani, Sukidah selaku anggota pokdakan yang bertugas memberi makan lele kadang memberikan pakan alternatif dengan lompong guna menghemat biaya pakan yang mahal.
”Panen kita kedua turun kemungkinan karena banyak yang mati dan belum memahami rumus pakan lele karena asal kasih tanpa menghitung, ” ungkap Tatik Purwantari.
Penulis Tatik Purwantari