Bertempat di rumah Dukuh Padukuhan Pingtali pada hari Sabtu malam (5/7) telah dilaksanakan Sosialisasi Pergaulan Bebas Remaja sebagai upaya mencegah terjadinya pergaulan di luar norma agama, sosial maupun budaya di masyarakat untuk remaja khususnya di Padukuhan Pringtali. Kegiatan ini diikuti oleh remaja, Karang Taruna, Bina keluarga remaja (BKR) Padukuhan Pringtali, Dukuh Pringtali, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT 15 dan 16 , dengan pemateri Fitri Hartanti selaku Kader Pembangunan Manusia Kalurahan Kebonharjo.
”Pergaulan bebas menjadi sebuah fenomena dalam kehidupan remaja di tengah pesatnya laju perkembangan teknologi dan gencarnya arus modernisasi di era globalisasi saat ini. Resiko dan konsekuensi yang harus dihadapi seorang remaja bila terjerumus dalam pergaulan bebas menjadi kondisi yang sangat merugikan baik bagi diri remaja, keluarga .serta masa depan generasi penerus bangsa. Penting melakukan upaya pendampingan yang intensif agar remaja mampu meraih masa depan sesuai yang diharapkan,” ungkap Fitri.
Edukasi terkait bahayanya pergaulan bebas sangat diperlukan karena pada saat beranjak remaja, mulai muncul perkembangan seksual. Pertumbuhan yang terjadi pada remaja bukan hanya secara fisik, akan tetapi juga tubuh mulai memproduksi hormon testosteron dan progresteron serta mulai merasakan suka terhadap lawan jenisnya. Dengan adanya edukasi kepada remaja diharapkan hal ini dapat melindungi remaja dari pergaulan bebas.
Hal yang perlu diwaspadai remaja adalah faktor eksternal, atau lebih spesifiknya adalah faktor lingkunganya. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keselamatan remaja. Lingkungan yang tidak baik dan terpapar dengan adanya pornografi dan pornoaksi dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam pergaulan, banyak kasus remaja terlibat seks pranikah. Pendidikan pencegahan pergaulan bebas dapat mencegah resiko remaja melakukan hubungan seksual pranikah, mencegah kehamilan, kemungkinan terinfeksi HIV atau tertular penyakit kelamin kalau bergonta - ganti pasangan, dan mengajarkan remaja perilaku yang lebih bertanggung jawab. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas remaja yaitu :
- Kurangnya pengawasan orang tua
- Paparan media sosial dan teknologi
- Lingkungan dan pengaruh teman sebaya
- Krisis identitas pada remaja.

Sebagai upaya pencegahan maraknya pergaulan bebas di Padukuhan Pringtali diberlakukan aturan diantaranya:
- Tamu 1x24 jam harap lapor
- Anak sekolah wajib pukul 21.00 WIB sudah berada dirumah.
- Larangan menggunakan motor blombongan dikarenakan suaranya menganggu ketenangan warga khususnya di Padukuhan Pringtali.
Aturan tersebut dibuat dan disepakati dan ditandatangani oleh Dukuh Pringtali, ketua RT15&16, ketua karang taruna, kader, ketua PKK padukuhan, ketua BKR, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Apabila melanggar aturan yang telah ditetapkan maka akan mendapatkan sanksi baik tertulis maupun lisan hal tersebut tentunya agar menjadikan warga Pringtali lebih disiplin dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aturan ini diberlakukan sejak ditandatanganinya kesepakatan yang di telah disepakati bersama.
”Mari kita semua perhatian terhadap pentingnya edukasi bagi putra dan putri kita agar mereka mendapatkan pengetahuan yang cukup sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dari bahaya pergaulan bebas, besar harapan semoga remaja Kebonharjo khususnya di Pringtalu tumbuh menjadi remaja yang sehat baik secara jasmani maupun rohani,” Kurniawan selaku Dukuh Pringtali memberikan himbauan pada warga di sesi akhir acara.
Penulis: Fitri Hartanti, KPM Kebonharjo