Kebonharjo mendapat jadwal kunjungan monev lumbung mataraman pada Kamis, 30 Mei 2024, sehingga diadakan rakor persiapan menanggapi monev dengan mengundang pengelola lumbung mataraman. Rakor membahas laporan pemanfaatan lumbung mataraman dan inventarisasi kebutuhan untuk keberlanjutan program.
Pengelola lumbung mataraman dan gubug tani menyampaikan lumbung telah digunakan untuk menyimpan hasil panen padi 100 kg. Tanaman padi Menor gagal panen karena hama wereng coklat diganti tanaman jagung pulut 25 kg. Sedangkan gubug tani sudah digunakan untuk pertemuan-pertemuan Lembaga (PKK, Karang Taruna, Kalyanamitra, Kelompok Tani dan kegiatan Merti Dusun Padukuhan Kleben).
Pengelola kendang komunal dan embung menyampaikan jumlah kambing 20 ekor betina, pejantan 2 ekor sudah berkembang biak 2 ekor, senilai Rp. 2.000.000,-; Kotoran kambing sudah dijual senilai Rp. 2.250.000,- digunakan untuk oprasional pembelian berupa pembelian token listrik, bbm untuk menggiling kotoran kambing, perawatan kesehatan ternak, embung digunakan untuk pengairan tanaman holtikultura, hmt, kebersihan kandang dan ternak.
Pengelola kebun kopi menyampaikan Tanaman Kopi Rubosta dan Arabika sebanyak 500 batang, perkembangan tanaman kopi sudah tumbuh cabang tinggi tanaman sudah 50 cm, di sela tanaman kopi ditanami tanaman cabai 200 batang secara swadaya oleh Pengelola Kebun kopi, dan sudah panen 13 kg senilai Rp 390.000,- digunakan untuk biaya perawatan(obat dan pupuk). Disela tanaman kopi ditanami tanaman singkong sebanyak 300 batang, tinggi tanaman 75cm.
Dukungan APBKal TA 2024 untuk keberlanjutan lumbung mataraman sbb:
- Rp 30.164.400,00 untuk Talud Lumbung
- Rp 30.498.500,00 untuk lantai Jemur
- Rp 12.877.825,00 untuk Rabat beton Jalan Kandang Koloni