Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 18 Februari 2020 | 621 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
18 Februari 2020
621 Kali Dibaca
Dalam beberapa pekan terakhir kenakalan remaja selalu menjadi topik pemberitaan. Hal ini bertolak belakang dengan kegiatan yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Kebonharjo hari Sabtu, 15 Februari 2020. Terdapat sekelompok pelajar yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Yogyakarta mengadakan Penyuluhan Kesehatan bertema Pencegahan Stunting (Sosialisasi Stunting) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi baduta se-Kebonharjo.
Rifki Nur Huda selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi stunting merupakan salah satu bentuk kegiatan Awareness of Humanity. "Pemilihan kegiatan sosialisasi stunting didasarkan pada koordinasi sebelumnya antara Relawan Pelajar dengan pihak Pemerintah Kalurahan Kebonharjo," jelas Rifki. Kegiatan ini sebagai salah satu bukti kepedulian kalangan pelajar terhadap kasus skala nasional yaitu perihal stunting.
Sosialisasi stunting dihadiri 42 baduta beserta orang tuanya dan 8 ibu hamil. Materi penyuluhan disampaikan oleh Siti Nuryati Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kebonharjo dan Siti Qodariyah selaku ahli gizi dari PUSKESMAS 2 Samigaluh. Nuryati menjelaskan tentang Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Qodariyah menguraikan perihal pengertian, pencegahan, dan dampak stunting.
Bayi lahir stunting jika panjang badannya kurang dari 43 cm dan beratnya kurang dari 2,5 kg. "Penyebab stunting, faktor gen hanya 10 persen sedangkan 90 persennya dari asupan gizi yang diberikan," ujar Qodariyah. Beliau menegaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan cara pemberian ASI ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan, MPASI hingga umur 2 tahun,tersedianya akses air dan sanitasi, memantau pertumbuhan balita di POSYANDU tiap bulan, dan pemenuhan gizi ibu hamil.
Relawan pelajar khususnya perempuan melalui sosialisasi stunting jadi tahu bahwa pencegahan stunting dimulai sejak remaja. Untuk mencegah bayi lahir stunting para remaja putri harus menyiapkan diri dengan mengkonsumsi zat besi secara rutin. Mereka harus memiliki berat badan yang ideal dengan lingkar lengan kiri minimal 23,5 cm untuk menghindari terkena KEK (kekurangan energi kronis) saat hamil nantinya.
Pemerintah Kalurahan Kebonharjo sejak tahun 2019 telah melakukan berbagai kegiatan guna pencegahan stunting. "Selain dari APBDes, kami juga menggandeng pihak ketiga dalam upaya pencegahan stunting," tutur Rohmad Ahmadi Lurah Kebonharjo. "Kegiatan semacam ini dengan kerja sama pihak ketiga sudah ketiga kalinya kami lakukan selama dua tahun terakhir, yang pertama dengan Pelkes Margomulyo Yogyakarta, kedua dengan SMSR Yogyakarta, dan yang ketiga ini dengan Relawan pelajar yang tergabung dalam MRI," tambahnya.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
185
Populasi
113
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
298
185
Laki-laki
113
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
298
TOTAL
Aparatur Desa
Lurah
SUGIMO, S.IP
Carik
DWI BUDIATUN, S.Pd,Si
Panata Laksana Sarta Pangripta
HERI WIDODO, SE
Desa Kebonharjo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
158 Kali
kleben, Deklarasi Kawasan Bebas Asap Rokok (KABAR)
75 Kali
Revitalisasi Tugu Padukuhan Pelem sebagai Upaya Pelestarian Identitas Lingkungan
101 Kali
Program Penomoran Rumah Terpadu oleh Mahasiswa KKN UNY Tingkatkan Ketertiban Administrasi di Pelem
105 Kali
Selamat Hari Guru Nasional
67 Kali
Lebih dari Tiga Ratus Warga Kebonharjo Memperoleh Bantuan Pangan
113 Kali
Demplot KWT Ngudi Rejeki Padukuhan Jarakan menjadi wisata edukasi/ Green Eduland
92 Kali
Pelatihan Digital Marketing Mendorong Petani ,UMKM Melek Teknologi dan Siap Bersaing di Era Digital
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 1,080 |
| Kemarin | : | 3,690 |
| Total | : | 248,993 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar