Visi Terwujudnya Desa Kebonharjo yang mandiri dan berbudaya luhur berdasarkan gotong royong dan kekeluargaan          Misi (1) Mewujudkan perekonomian mandiri dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia dan budaya lokal .(2) Mengembangkan kepribadian masyarkat melalui pengembangan spiritual keagamaan dan budaya dengan mengedepankan heterogenitas. (3) Mewujudkan pemerintahan yang sehat, bersih dan berwibawa. (4)Mewujudkan kualitas hidup masyarkat yang maju, sejahtera dan berprestasi melalui pengembangan kelembagaan desa dan kelompok masyarakat

 

Perlu Sinergi Positif untuk Menghidupkan Sekolah Muhammadiyah

Administrator 09 Maret 2020 08:29:08

Kedungdowo Center bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo selenggarakan pertemuan dan diskusi dengan tema "Pemetaan dan Pengembangan Sekolah Muhammadiyah" pada tanggal 5 Maret 2020 di Rumah Makan Ingkung Sawah Wates. Diskusi diikuti dari perwakilan guru SD/MI, SMP/MTs Muhammadiyah se Kulon Progo, dan PDM Kulon Progo.

Hadir sebagai narasumber staf khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) Abdulah Mukti, M.Pd. Keterpurukan sekolah muhammadiyah di Kulon Progo membuat prihatin PPM. Menurut data anak usia sekolah dasar (SD) Muhammadiyah di Kulon Progo daya tampung 9.856 namun realisasi peserta didik hanya 5.846, yang apabila dipukul rata per kelas 15 anak walaupun kenyataan di lapangan ada yang cuma 4 anak seperti yang terjadi di SD Muh Jarakan Kebonharjo.

Hal di atas pula menimbulkan keprihatinan dari kampus besar Muhammadiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sehingga muncullah program KKN MUHAMMADIYAH MENGAJAR.

Setiap sekolah mempunyai masalah, harapan, potensi, dan strategi. Hampir semua sekolah muhammadiyah di Kulon Progo karena jumlah murid yang sedikit menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah berkurang. Faktor penyebab lain yaitu sebagian besar guru di sekolah swasta merupakan Guru Tidak Tetap (GTT). Padahal di sekolah Muhammadiyah pelajaran dan jam belajar agama Islam lebih banyak dibanding sekolah negeri.

"Di sini harus ada sinergi positif antara tomas, sekolah, PDM , PCM, dan PRM. Kita saling berdaya, bergandengan tangan, dan bekerja keras bersama menghidupkan sekolah muhammadiyah", tandas Abdullah Mukti.

Ada keresahan yang dialami beberapa sekolah swasta apabila kebijakan baru pemerintah yang menyebutkan bahwa sekolah minimal memiliki 60 peserta didik untuk mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berlaku di semua sekolah tak terkecuali sekolah Muhammadiyah.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Kalurahan

Aparatur Kalurahan

Lurah Carik Panata Laksana Sarta Pangripta Danarta Ulu-Ulu Kamituwa Staff Desa Staff Desa

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterYouTube

Lokasi Kantor Kalurahan

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung