You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan Kebonharjo

Kap. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Info

Kalangan Pelajar Peduli Stunting Kebonharjo


Dalam beberapa pekan terakhir kenakalan remaja selalu menjadi topik pemberitaan. Hal ini bertolak belakang dengan kegiatan yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Kebonharjo hari Sabtu, 15 Februari 2020. Terdapat sekelompok pelajar yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Yogyakarta mengadakan Penyuluhan Kesehatan bertema Pencegahan Stunting (Sosialisasi Stunting) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi baduta se-Kebonharjo.

Rifki Nur Huda selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi stunting merupakan salah satu bentuk kegiatan Awareness of Humanity. "Pemilihan kegiatan sosialisasi stunting didasarkan pada koordinasi sebelumnya antara Relawan Pelajar dengan pihak Pemerintah Kalurahan Kebonharjo," jelas Rifki. Kegiatan ini sebagai salah satu bukti kepedulian kalangan pelajar terhadap kasus skala nasional yaitu perihal stunting.

Sosialisasi stunting dihadiri 42 baduta beserta orang tuanya dan 8 ibu hamil. Materi penyuluhan disampaikan oleh Siti Nuryati Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kebonharjo dan Siti Qodariyah selaku ahli gizi dari PUSKESMAS 2 Samigaluh. Nuryati menjelaskan tentang Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Qodariyah menguraikan perihal pengertian, pencegahan, dan dampak stunting.

Bayi lahir stunting jika panjang badannya kurang dari 43 cm dan beratnya kurang dari 2,5 kg. "Penyebab stunting, faktor gen hanya 10 persen sedangkan 90 persennya dari asupan gizi yang diberikan," ujar Qodariyah. Beliau menegaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan cara pemberian ASI ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan, MPASI hingga umur 2 tahun,tersedianya akses air dan sanitasi, memantau pertumbuhan balita di POSYANDU tiap bulan, dan pemenuhan gizi ibu hamil.

Relawan pelajar khususnya perempuan melalui sosialisasi stunting jadi tahu bahwa pencegahan stunting dimulai sejak remaja. Untuk mencegah bayi lahir stunting para remaja putri harus menyiapkan diri dengan mengkonsumsi zat besi secara rutin. Mereka harus memiliki berat badan yang ideal dengan lingkar lengan kiri minimal 23,5 cm untuk menghindari terkena KEK (kekurangan energi kronis) saat hamil nantinya.

Pemerintah Kalurahan Kebonharjo sejak tahun 2019 telah melakukan berbagai kegiatan guna pencegahan stunting. "Selain dari APBDes, kami juga menggandeng pihak ketiga dalam upaya pencegahan stunting," tutur Rohmad Ahmadi Lurah Kebonharjo. "Kegiatan semacam ini dengan kerja sama pihak ketiga sudah ketiga kalinya kami lakukan selama dua tahun terakhir, yang pertama dengan Pelkes Margomulyo Yogyakarta, kedua dengan SMSR Yogyakarta, dan yang ketiga ini dengan Relawan pelajar yang tergabung dalam MRI," tambahnya.

Bagikan artikel ini:

APBDes 2021 Pelaksanaan

Rp2,270,113,552 Rp2,312,148,951
98.18%
Rp2,225,511,158 Rp2,405,518,370
92.52%
Rp133,369,419 Rp133,369,419
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Rp8,000,000 Rp15,000,000
53.33%
Rp6,410,000 Rp11,260,000
56.93%
Rp10,424,186 Rp11,918,000
87.47%
Rp1,050,843,000 Rp1,050,843,000
100%
Rp88,204,690 Rp111,704,874
78.96%
Rp840,035,221 Rp843,658,177
99.57%
Rp215,000,000 Rp215,000,000
100%
Rp45,764,900 Rp45,764,900
100%
Rp2,431,555 Rp4,000,000
60.79%
Rp3,000,000 Rp3,000,000
100%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Rp1,015,626,671 Rp1,069,687,883
94.95%
Rp806,236,648 Rp876,236,648
92.01%
Rp51,545,919 Rp89,991,919
57.28%
Rp166,154,620 Rp169,954,620
97.76%
Rp185,947,300 Rp199,647,300
93.14%